Sabtu, 26 Februari 2011

Kurangi sampah plastik

Volume besar sampah sebagian berupa sampah plastik. Sampah plastik ini merupakan bekas alat keperluan kantor sampai rumahtangga. Sampah plastik ini berupa bekas pembungkus makanan dan minuman kemasan. Sampah plastik dari rumah tangga paling sering berupa plastik bekas kantong berbelanja sekali pakai. Menggunakan kantong plastik sekali pakai untuk tempat belanjaan sekilas memang praktis, tapi itu bisa menjadi awal dari bencana lingkungan.

Selain membuat buruk pemandangan, sampah plastik yang dibuang sembarangan juga dapat memperburuk kualitas lingkungan. Karena sifatnya yang tak mudah hancur, sampah plastik yang tertimbun sembarangan akan menjadi sarang penyakit, sarang nyamuk, sarang lalat. Beberapa saat lalu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan penelitian tentang bahaya plastik terhadap kesehatan. Hasilnya menyebutkan ada banyak jenis kemasan plastik berbahaya beredar di pasaran.

Sebagai lembaga yang bertanggung jawab, BPOM pun memperingatkan masyarakat agar berhati-hati dalam menggunakan kemasan plastik untuk makanan. Beberapa jenis kemasan plastik berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan. Itu di antaranya termasuk kantong plastik kresek serta kemasan plastik. Benda ini berbahan dasar polistiren dan polivinil klorida (PVC) yang umumnya hanya sekali pakai, setelah itu dibuang, dan tak lama nasibnya berakhir di keranjang sampah.

Hasil penelitian BPOM mengungkap kalau kantung plastik kresek banyak dibuat dari plastik bekas yang riwayat penggunaannya tak jelas. Ia diproduksi melalui proses daur ulang bahan-bahan plastik bekas, sehingga tak menjamin kebersihan. Ia bisa saja itu berasal dari bekas wadah limbah berbahaya seperti pestisida dan logam berat, limbah rumah sakit atau kotoran. Yang lebih menakutkan proses daur ulang plastik kresek ini kerap menggunakan bahan kimia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar